Ruangan atau Ruangan Hidup?
AKu berada di sebuah ruangan yang terang, aku bisa melihat dengan jelas apa-apa yang ada di sekelilingku. Aku bisa melihat benda kesayanganku yang berada di atas meja. Aku bisa duduk di kursi yang ada di sisi ruangan yang terang. Aku merasa leluasa di ruangan itu. Karena aku merasa kalau aku dianggap sebagai penghuni ruangan itu.
Tapi, ketika aku sedang duduk di ruangan itu, aku melihat ruangan dengan pintu terbuka. Yang pastinya membuatku tertarik untuk melihat ruangan itu. Terus berfikir dan membayangkan apa yang ada di dalam ruangan itu, bagaimana suasana di dalam, mengapa ruangan itu gelap, dan kenapa aku tidak kesana dan melihat-lihat? Terus terang yakin akan keberanian dan rasa PD yang selalu berlebihan, dan terus berjalan. Setelah berada dalam ruangan yang amat gelap itu, sungguh nyata dan tak ada apapun yang terlihat dalam ruangan itu. Hanya ada cahaya yang memancar dari ruangan yang terang tadi. Huh, ternyata kegelisahanlah yang aku rasakan disana. Jelas tak ada yang bisa kulihat. Suasana bagai di bulan, sunyi dan menghanyutkan. Tentu saja ruangan itu gelap, karena tak ada sumber cahaya. Dan aku disini, di ruangan itu, gelap tak bisa ku lihat apa yang ada di sekelilingku. Mungkinkah ada kerajaan tikus seperti dongeng yang sering muncul di TV? atau mungkin ada banyak lorong yang memiliki kehidupan seperti dalam dongeng Alice. Tapi, tapi aku tahu itu tidak mungkin. Rasa PD yang berlebihan ini telah membawaku ke tempat ini, ke ruangan yang seperti ini. Aku mulai gempar, karena terlalu gelap dan terlalu sunyi.
<sekarang cobalah kamu menjadi tokoh tersebut>
Setelah itu, cahaya yang memancar dari ruangan yang terang tadi itu perlahan meredup dan kemudian mati. sekarang kamu benar2 tidak bisa melihat apa2. Kamu hanya bisa mengingat bahkan kamu hanya bisa menggiunakan instingmu dengan indra kulitmu itu untuk berjalan sambil meraba2 dinding untuk keluar dari ruangan itu agar bisa mencari lilin atau lampu cadangan. Tapi, apa yang kamu rasakan saat itu?

Menyendiri?
Dan ketika kamu sedang berusaha untuk itu, kamu merasa letih dan putus asa apa yang terjadi?
Adapun bayangan/ gambaran tersebut sering terjadi dalam kehidupan kita. Jikalau sebelumnya kita sudah menyiapkan lampu cadangan ketika di ruang yang terang, dan andaikan kita memegang sebiah lilin/ penerangan ketika memasuki ruangan yang gelap itu, mungkin sudah cukup untuk kembali ke ruangan sebelumnya dan menyalakan lampu cadangan itu.
Ketika ruangan itu mulai terang karena mentari pagi, kau pun terbangun dari ke-tidur-an mu. Yang ternyata kamu telah tertidur di ruangan yang gelap itu, Kau pun beranjak dan menghampiri jendela untuk membukajendela ruangan itu, kemudian apa yang kau rasakan? Dan setelah kau melihat suasana di luar yang cerah, kau berjalan keluar dari ruangan itu dan tiba di ruangan yang sebelumnya memiliki sumber cahaya yang terang. Kemudian, apa yang kau rasakan?
Tapi sebelumnya, ketika kamu putus asa saat ingin mencari lilin penerangan. Kamu benar-benar dalam keadaan bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Yang kemudian, apa yang akan kamu lakukan saat itu?
+=+=_-_-|\|*&%*&%< Silahkan beri komentar >%&*%&*|\|-_-_=+=+
Pada bagian ini, komentator TerBaiK akan memperoleh tiket untuk nonton bareng di XXI atau 21.
Untuk pertanyaan, silahkan langsung pada komentar. Dan akan segera diberikan respon.
Terima kasih, ^-^
Sebelum: 4 september 2010, 14.00 WIB
905
Tiket bisa dibeli di studio film terdekat, harga sesuai dengan yang tersedia.
Arval Kharisma Putra
Situs Kimia Indonesia
Maaf, pemilihan komentator terbaik telah berakhir. Terima kasih, untuk komentar dari pengunjung sangat dipersilahkan. Arigathou, ^_^